Malang, 9 Januari 2026 – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (FAPSI UMM) menyelenggarakan kuliah perdana dengan tema “Psikologi: Peluang dan Tantangan Hari Ini dan Masa Depan Dunia Kerja, Krisis Global, dan Masa Depan Kapasitas Manusia”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Rahkman Ardi, M.Psych dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dan dilaksanakan di Auditorium GKB IV Lantai 9.
Dalam kuliah perdananya, Dr. Rahkman Ardi memfokuskan pembahasan pada tiga isu besar yang saat ini terjadi secara bersamaan di tingkat global, yaitu krisis iklim, disrupsi teknologi melalui kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan otomasi, serta ketidakpastian ekonomi dan sosial. Ketiga isu tersebut dijelaskan sebagai faktor utama yang membentuk perubahan dunia kerja hingga tahun-tahun mendatang, sebagaimana dipaparkan dalam materi mengenai pendorong transformasi pasar tenaga kerja global.
Dr. Rahkman menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan meningkatnya adopsi AI telah mengubah cara kerja manusia secara signifikan. Dalam paparannya, ia menunjukkan bahwa otomasi tidak hanya menciptakan pekerjaan baru, tetapi juga menggeser berbagai profesi yang sebelumnya dianggap stabil dan aman. Kondisi ini, menurutnya, bukan sekadar persoalan hilangnya pekerjaan, melainkan juga memicu krisis identitas profesional pada individu.
Lebih lanjut, Dr. Rahkman menyoroti dampak psikologis yang seringkali kurang mendapat perhatian di tengah pesatnya perubahan tersebut. Ia memaparkan bahwa krisis iklim, disrupsi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, perasaan kehilangan makna, serta munculnya sikap tidak berdaya pada sebagian individu. Dampak psikologis ini secara khusus dibahas dalam materi mengenai konsekuensi mental dari perubahan kerja dan ketidakpastian masa depan.
Dalam bagian akhir pemaparannya, Dr. Rahkman Ardi menekankan perlunya pergeseran pendekatan dalam ilmu psikologi. Psikologi, menurutnya, tidak lagi cukup berfokus pada kenyamanan individu semata, tetapi harus mampu membantu manusia beradaptasi dengan dunia yang penuh tekanan dan ketidakpastian. Hal ini ditegaskan melalui konsep peralihan dari psikologi yang berorientasi stabilitas menuju psikologi adaptif, yang bertujuan menjaga kapasitas berpikir, makna hidup, relasi sosial, dan nilai etika di tengah dominasi teknologi.