Malang, 9 Mei 2026 – Fakultas Psikologi UMM menyelenggarakan Workshop Dosen Fakultas Psikologi UMM pada Jumat (9/5). Kegiatan ini mengangkat tema “Counseling Across Diverse Populations: Cultural, Identity & Ethical Consideration.” Workshop menghadirkan narasumber internasional, Prof. Madya Dr. Nashrudin Subhi, akademisi dari Centre for Research in Psychology and Human Well-Being. Pusat kajian tersebut berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universiti Kebangsaan Malaysia dan berfokus pada pengembangan penelitian psikologi serta kesejahteraan manusia.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UMM untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika praktik konseling pada masyarakat yang semakin beragam. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung penguatan kompetensi dosen dalam memahami isu budaya, identitas, dan etika yang berkembang di berbagai konteks layanan psikologi.

Bahas Tantangan Konseling pada Populasi yang Beragam

Dalam pemaparannya, Prof. Madya Dr. Nashrudin Subhi menjelaskan bahwa praktisi psikologi dan konselor saat ini dihadapkan pada masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, nilai, identitas, dan pengalaman hidup yang beragam. Oleh karena itu, konselor perlu mengembangkan sensitivitas budaya agar mampu memberikan layanan yang tepat dan menghargai keunikan setiap individu.

Lebih lanjut, peserta diajak untuk memahami bagaimana faktor budaya dan identitas dapat memengaruhi proses konseling. Tidak hanya itu, workshop juga membahas berbagai dilema etis yang mungkin muncul dalam praktik profesional. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pengambilan keputusan yang etis dalam layanan psikologi.

Perkuat Kompetensi Dosen dalam Praktik Profesional

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan pertukaran pengalaman akademik. Sementara itu, para dosen memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan yang dapat diterapkan ketika bekerja dengan individu maupun kelompok dari latar belakang yang berbeda.

Topik yang dibahas memiliki relevansi tinggi dengan perkembangan layanan psikologi saat ini. Sebab, konselor dan psikolog tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga memahami konteks sosial dan budaya yang memengaruhi klien. Oleh sebab itu, penguatan kompetensi multikultural menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan profesi.

Workshop ini juga menjadi bagian dari upaya Fakultas Psikologi UMM dalam memperluas jejaring akademik internasional. Selain memperkaya wawasan dosen, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi mitra di tingkat regional.

Prof. Madya Dr. Nashrudin Subhi sendiri dikenal sebagai akademisi yang memiliki kepakaran di bidang kajian remaja berisiko di Universiti Kebangsaan Malaysia. Oleh karena itu, kehadirannya memberikan perspektif yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi praktisi psikologi di era global.

Melalui Workshop Dosen Fakultas Psikologi UMM ini, fakultas berharap dosen dapat terus mengembangkan kompetensi profesional dan akademiknya. Dengan demikian, proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam.