International Conference of Applied Psychology of Humanity: Menggali Inklusi dan Komunikasi Disabilitas

Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar acara tahunan bertajuk International Conference of Applied Psychology of Humanity (ICAP-H) yang telah memasuki tahun ketiganya. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam UMM Autism Summit 2024. ICAP-H 2024 dilaksanakan secara blended, yakni kombinasi antara pertemuan langsung di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 Kampus 3 UMM dan melalui platform Zoom meeting, pada tanggal 4 Oktober 2024. Konferensi ini menghadirkan dua pembicara internasional yang ahli di bidang psikologi terapan dan pendidikan inklusif. Pembicara pertama adalah Assoc. Prof. Vitor Franco, PhD, dari Universidade de Évora, Portugal, yang menyampaikan materi dengan tema “Family Inclusion and Collaborative Work”. Dalam paparannya, Prof. Franco menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan profesional dalam mendukung perkembangan individu, khususnya bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kolaborasi yang efektif akan menghasilkan lingkungan yang inklusif, di mana setiap individu dapat berkembang dengan optimal. Sementara itu, Dr. Giulia Pavon dari Nottingham Trent University, Inggris, menjadi pembicara kedua dengan topik “The Effect of Touch on Individuals with Disabilities, and How This Can Lead to Communication”. Dr. Pavon menjelaskan bagaimana sentuhan, yang sering dianggap sebagai bagian sederhana dari interaksi sehari-hari, dapat menjadi alat komunikasi yang sangat penting, terutama bagi individu dengan disabilitas. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman lebih dalam terhadap sentuhan dalam konteks perawatan dan komunikasi dengan orang-orang berkebutuhan khusus. Acara ICAP-H ini menjadi wadah bagi para akademisi, praktisi, dan masyarakat umum untuk mendapatkan wawasan terbaru terkait psikologi terapan, terutama dalam bidang inklusi dan penanganan disabilitas. Sebagai bagian dari UMM Autism Summit 2024, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai autisme serta pentingnya pendekatan kolaboratif dalam mendukung individu berkebutuhan khusus. Dengan konsep blended yang memungkinkan partisipasi dari berbagai belahan dunia, ICAP-H tahun ini berhasil menarik perhatian peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang intervensi psikologis dan inklusi dalam pendidikan.
Melangkah Bersama: UMM Autism Summit 2024, Suara bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus

Pada tanggal 3 Oktober 2024, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah UMM Autism Summit 2024, sebuah acara yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan dukungan terhadap individu dengan autisme dalam masyarakat. Acara ini akan dipandu oleh moderator Baiq Nanda dan menampilkan talkshow dengan tiga pembicara ahli yang memiliki pengalaman dan pengetahuan mendalam di bidang autisme. Pembicara pertama adalah Dr. Cahyaning Suryaningrum, dosen Fakultas Psikologi UMM. Dalam sesi talkshow-nya, Dr. Cahyaning akan membahas pentingnya dukungan psikologis bagi anak-anak dengan autisme. Ia menekankan bahwa anak-anak ini sering kali menghadapi tantangan yang berat, baik dari dalam diri mereka sendiri maupun dari lingkungan sekitar. “Anak-anak dengan autisme berjuang untuk beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan yang sering kali tidak memahami mereka,” ujarnya. Ia menyerukan perlunya menciptakan ruang yang sama bagi semua anak untuk tumbuh dan berkembang, tanpa menganggap mereka sebagai minoritas. Menurut Dr. Cahyaning, dukungan dari masyarakat sangat krusial untuk membantu anak-anak ini mencapai potensi penuh mereka. Nina Rukmina Dewi, seorang orang tua dari anak penyandang autisme dan konselor pendidikan, akan berbagi pengalaman pribadinya dalam menghadapi tantangan sebagai orang tua. Ia menjelaskan pentingnya untuk tidak panik ketika menghadapi situasi sulit dan selalu mencari solusi terbaik untuk anak-anak. “Ketika kita diamanahi untuk memiliki anak berkebutuhan khusus, kita harus menjadi istimewa dalam kerja keras dan pembelajaran,” ungkap Nina. Ia juga menekankan bahwa penerimaan terhadap keunikan anak sangat penting agar mereka merasa nyaman dan diterima. “Jika orang tua hanya bersikap biasa-biasa saja, segala keistimewaan anak bisa menjadi masalah baru yang lebih kompleks,” tambahnya. Nina berharap bahwa melalui pengalaman dan pembelajaran yang didapat, orang tua lainnya dapat menemukan cara terbaik untuk mendukung anak mereka. Sesi terakhir akan diisi oleh Bayu Dwito Wicaksono, S.T., seorang profesional yang baru terdiagnosa autisme pada usia 30 tahun dan kini bekerja di lingkungan yang inklusif. Dalam diskusinya, Bayu akan menyampaikan pandangannya tentang pentingnya menyuarakan kesadaran autisme di lingkungan terdekat dan media sosial. “Inklusivitas berarti melibatkan semua orang dan mendengarkan kebutuhan individu. Kita harus membuat orang-orang di sekitar kita memahami bahwa setiap individu, terlepas dari diagnosis mereka, memiliki hak untuk diterima dan dihargai,” jelas Bayu. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan inklusif di lingkungan pendidikan dan tempat kerja, agar semua orang dapat berkontribusi tanpa merasa terpinggirkan. Dr. Cahyaning juga akan menyoroti bahwa setiap respon yang diberikan oleh anak-anak dengan autisme harus dihargai. “Dukungan harus datang dari keluarga, teman, dan masyarakat luas. Kita harus belajar untuk menerima dan mencintai anak-anak berkebutuhan khusus, karena mereka juga berjuang untuk menemukan tempat mereka di dunia ini,” katanya. Ia berharap bahwa summit ini dapat membangun kesadaran di kalangan masyarakat bahwa setiap anak, terlepas dari kondisi mereka, memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan dukungan yang sama. UMM Autism Summit 2024 diharapkan menjadi platform yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan dukungan terhadap individu dengan autisme. Melalui kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat umum, acara ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih inklusif dan peduli terhadap keberagaman. Diharapkan, setelah mengikuti summit ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang autisme, tetapi juga dapat membawa pulang pengetahuan dan strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan berbagai kegiatan dan diskusi yang menarik, UMM Autism Summit 2024 diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga untuk komunitas yang lebih luas. Acara ini merupakan langkah penting dalam menciptakan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang autisme, serta membangun jembatan antara individu dengan autisme dan masyarakat.
UMM Autism Summit 2024 Resmi Dibuka

Hari ini, Kamis (3/10), UMM Autism Summit (UAS) 2024 resmi dibuka di Theater Basement Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini diawali dengan sambutan dari Dr. Siti Suminarti Fasikha, M.Si., Psikolog selaku Dekan Fakultas Psikologi UMM, yang kemudian dilanjutkan oleh Wakil Rektor I serta Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan, Wakil Rektor I memukul gong, menandai dimulainya rangkaian acara Autism Summit 2024 yang akan berlangsung hingga 5 Oktober. Salah satu momen yang paling berkesan di hari pertama ini adalah talent show yang menampilkan anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka dengan penuh semangat menampilkan bakat bernyanyi, melantunkan lagu-lagu seperti “You Are My Sunshine” dan “Rek Ayo Rek”. Penampilan ini juga dimeriahkan oleh dosen Psikologi UMM yang ikut serta bernyanyi, serta pertunjukan tari Awirayuda dari Bali Homeschooling Anak yang menambah kemeriahan acara. Rangkaian acara pembukaan ditutup dengan keynote speech dari tiga pemateri inspiratif. Dra. Rahmi Aida, M.Pd., berbagi pengalaman mendidik anak-anak berkebutuhan khusus, Dr. dr. Sulistyo Mulyo Agustini, Sp.PK menjelaskan hubungan genetika dan autisme, serta Dr. Eunice Tan dari Singapore University of Social Sciences yang memberikan wawasan tentang pendekatan belajar berbasis minat. Acara pembukaan UAS 2024 berlangsung sukses dengan partisipasi yang sangat antusias. Theater Basement Dome penuh dengan peserta yang datang dari berbagai kalangan, baik akademisi, praktisi, maupun keluarga dari anak-anak berkebutuhan khusus. Semua peserta tampak antusias dan terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan.