Luncurkan Migrant Care, Upaya Internalisasi Psikologi Sosial Pada Pekerja Migran Indonesia (PMI)

luncurkan migrant care-psikologi umm

Fakultas psikologi baru saja meluncurkan program yang berhubungan dengan migrant care atau yang dalam bahasa sehari-hari, kita sering mendengarnya sebagai Lembaga Swadaya. Kegiatan ini dilakukan dengan bertujuan untuk membantu para Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan cara melakukan pendekatan dari perspektif psikologi sosial, lalu mengumpulkan data dan melakukan intervensi sesusai dengan kebutuhan para penyintas. Hal ini, terbagi menjadi dua kelompok, yang mana akan diberangkatkan dengan waktu yang berbeda. Kelompok 1, berangkat pada tanggal 11 September, dan untuk kelompok selanjutnya akan berangkat di bulan depan yakni bulan Oktober. Keberangkatan para mahasiswa juga didampingi oleh satu dosen pendamping, yang akan mengantar mereka hingga ke KBRI. Migrant care, tidak terlalu mengambil waktu dengan bingung akan mata kuliah yang sedang dijalani, karena kualifikasi untuk mengikuti kegiatan yang termasuk didalamnya adalah tidak ada tanggungan terkait mata kuliah, dan sudah mulai memasuki semester tingkat akhir. Ditambah, kegiatan ini dapat dikonversi menjadi kegiatan magang yang dapat menunjang dalam proses penyusunan skripsi. Menurut kesaksian salah satu anggota kelompok migrant care, Nurita yang kerap dipanggil Tata, menjelaskan bahwa ada beberapa persiapan yang harus dilengkapi sebelum berangkat menuju Kuala Lumpur. Seperti misalnya pendalaman kesiapan dan materi selama 2 minggu, persiapan instrumen alat ukur, bahan-bahan untuk asesmen (pensil warna, boneka tangan, buku gambar, dll). Walau baginya ini merupakan pengalaman pertama kali dan cukup menegangkan karena masih ada rasa kebingungan terkait intervensi nantinya yang akan dilakukan, ia mrngungkapkan bahwa sudah harus siap dan mengambil kegiatan ini sebagai langkah awal dalam memulai pengalaman baru. Pesan yang ingin disampaikan oleh Nurita kepada teman pembaca jika tertarik mengikuti migrant care adalah dengan memenuhi kualifikasi terlebih dahulu, memiliki niat untuk belajar, dan mantapkan diri kita untuk memikirkan tujuan terbang ke negeri seberang dengan membantu mereka, “Harus niatin dulu buat mau membantu para PMI dengan cara persiapkan finasial dan mental serta nilai-nilai mata kuliah juga yang harus menunjang. Juga harus berfokus pada mata kuliah terkait psikologi sosial biar nanti banyak dapat ilmu untuk ngasih dukungan berupa psikososial ke PMI nya karena kan kita masih S1 ya belum bisa kasih penanganan yang klinis”. Sukses selalu ‘tuk Nurita dan kawan-kawan migrant care dan semangat menjalani tugas di negeri seberang!

Student Exchange, Tambahkan Peluangmu ‘Tuk Buka Persepsi Dunia Lebih Luas

Fakultas Psikologi telah menyiapkan program khusus terutama bagi mereka yang telah masuk menjadi mahasiswa kelas internasional, untuk mengikuti program wajib salah satunya adalah pertukaran pelajar. Dimana, mereka melakukan transfer credit selama satu semester, dengan memilih salah satu dari negara yang sudah ditawarkan, yakni Malaysia & Turki. Diperkirakan akan melakukan keberangkatan pada bulan Oktober mendatang, dengan menyiapkan hal yang harus disiapkan sebelum berangkat seperti mengurus visa. Menurut kesaksian salah satu peserta program pertukaran pelajar, Tiara, menyebutkan untuk persiapan program ini tidak mengganggu aktivitas perkuliahan, walaupun didalamnya terdapat program pendalaman materi selama 2 minggu, tetapi hal ini dapat diikuti dengan mudah dan minim akan bentrok dengan jadwal kuliah yang lainnya. Baginya dsn teman-teman lainnya, hal yang menjadi kendala dalam menyiapkan pertukaran pelajar ini adalah menyiapkan segala hal dalam waktu yang kurun cepat, dan tanggap. Bagi mereka, hal yang perlu ditambah atau dikuasi lebih mendalam yakni mengenai bahasa Inggris yang menjadi pionir bahasa di kancah internasional. Bagi Tiara, ini merupakan pengalaman pertama kali untuk terbang ke luar negeri dengan tujuan belajar dan melakukan pertukaran pelajar. Baginya, kesempatan ini merupakan kesempatan emas, yang bisa menjadikan hal ini sebagai langkah awal untuk melihat dunia dengan sangat terbuka dan luas. Tiara menambahkan, bagi teman-teman lainnya tak perlu risau jika belum bisa mendapatkan melakukan pertukaran pelajar. Menurutnya, kesempatan akan selalu ada, dan jangan lupa selalu mempelajari bahasa Inggris yang amat sangat berguna ‘tuk kehidupan kelak, “Untuk kalian yang bukan anak kelas internasional, kalian masih punya kesempatan untuk mencari program-program yang dari luar kampus ataupun dalam kampus, karena banyak sekali yang menawarkan pertukaran pelajar juga. Jangan pernah putus asa jika gagal, Karena gagal merupakan awal yang akan mengantarkan menuju sukses. Jangan lupa belajarnya di maksimalkan, dan jangan lupa bahwa bahasa Inggris merupakan hal yang wajib kalian pelajarin, karena itu sangat amat berguna sekali buat diri kita.” Sukses selalu ‘tuk Tiara dan teman-teman, semoag dilancarkan terus untuk program pertukaran pelajarnya.