LPT. KA dan PLP UMM Gelar Pelatihan Guna Optimalisasi Peran Orangtua dan Potensi Siswa di SMPN 2 Kota Malang

Kamis (25/11) Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak (LPT. KA) dan Pusat Layanan Psikologi (PLP) Universitas Muhammadiyah Malang menggelar pelatihan di SMPN 2 Kota Malang guna optimalisasi potensi siswa dan peran orangtua. Hal ini sejalan dengan visi dari LPT. KA, yaitu membantu anak dan orang tua mencapai optimalisasi peran serta tugas perkembangannya. Kegiatan pelatihan dan pengabdian tersebut juga memberikan edukasi terkait pengasuhan dan tumbuh kembang remaja. Kegiatan di atas berlangsung dengan beberapa sesi. Sesi pertama untuk orang tua siswa dimana pemateri dari Psikologi UMM memberikan pemahaman kepada orangtua siswa terkait tugas dan perkembangan remaja, permasalahan remaja di era digitalisasi, dinamika pendidikan selama era pandemi, pengasuhan yangg tepat untuk anak remaja, membangun pola komunikasi dan kontrol yang tepat untuk anak-anak mereka. Sementara sesi kedua, yaitu meningkatkan tanggung jawab dan manajemen waktu bagi para siswa. “Pentingnya penyampaian materi tentang manajemen waktu mengingat problematika yang terjadi di sekolah seringkali terjadi seperti tugas-tugas anak yang terbengkalai, siswa tidak engage dengan pembelajaran di sekolah, dan keluhan-keluhan orang tua kepada gurunya perihal penggunaan gadget yang terus menerus.”, ungkap Ratih Eka Pertiwi, psikolog dari LPT. KA dan juga dosen fakultas psikologi. Menariknya, tak hanya penyampaian materi saja tetapi juga ada FGD (forum group discussion). “Tak hanya melakukan psikoedukasi kepada orang tua dan anak, namun anak-anak juga diberi terapi realitas dengan menuliskan WDEP (Want, Direction, Evaluation, Planning) di kertas. Juga ada konseling Kelompok dan diakhiri dengan menuliskan komitmen yang ditandatangani anak dan orang tua.” jelas Udi Rosida, yang juga merupakan psikolog dari LPT.KA. Output dari kegiatan ini adalah supaya anak dan orang tua memiliki satu kesinambungan dan perspektif yg sama dalam usaha memaksimalkan potensi dan perkembangan remaja. Selain itu, agar anak dan orang tua memiliki komitmen yang selaras di dalam mencapai keberhasilan pengasuhan keluarga. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah dan orangtua untuk bersinergi lebih masif dalam proses pendidikan putra/putri mereka. (fa/fth)
Mempersiapkan Relawan Mahasiswa Siaga Bencana, LPT Psikososial UMM Mengadakan Pelatihan Dasar Psikososial

Sabtu (27/11) Laboratorium Psikologi Terapan (LPT) Psikososial Universitas Muhammadiyah Malang menggelar pelatihan dasar psikososial untuk mahasiswa. Bertempat di Aula BAU UMM pelatihan tersebut diselenggarakan secara bauran (daring dan luring). Dalam keterangannya, perwakilan LPT Psikososial UMM, Alifah Nabilah Masturah, M.A., menyampaikan tujuan dari digelarnya pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mahasiswa Fakultas Psikologi UMM dalam mempelajari kesiapsiagaan bencana dan layanan dukungan psikososial pada penyintas, mengingat Indonesia merupakan laboratorium bencana. “Harapannya peserta dapat belajar banyak dari pelatihan ini dan dapat menumbuhkan semangat siap, tanggap, dan tangguh bencana” harap Alifah dalam sambutannya. Pada pelatihan ini, terdapat 6 materi yang dibekalkan kepada peserta. Materi pertama yaitu Self-care dan kode etik relawan disampaikan oleh Sukma Ayu Prastiwiningtyas. Selanjutnya, materi kesehatan mental dan layanan dukungan psikososial disampaikan Adib Asrori, M.Psi., Dasar-dasar Asesmen disampaikan oleh Muhammad Fath Mashuri, M.A., dan Fauhan Hanif Waluyo, Teori dan Praktik Dukungan Psikologis Awal yang disampaikan oleh M. Salis Yuniardi, M.Psi., PhD., dan Neta Hendriati, S.Psi., Teknik Pelaporan disampaikan oleh Ahmad Hendra Purwanto, dan materi yang terakhir, yaitu Teknik Fasilitasi disampaikan oleh Alifah Nabilah MAsturah, M.A., dan Sakinah Nur Rokhmah, M.Sc. Adib Asrori, M.Psi sebagai pemateri juga berpesan, “ketika kita ingin membantu orang lain seringkali tidak memerhatikan kondisi fisik dan psikologis diri sendiri, sebelum kita membantu orang lain, kita harus dapat membantu diri sendiri, be mindfull dan take care of yourself first.” Salah satu peserta, Baiq Santi Ayu Safitri menyampaikan kesan baiknya selama mengikuti pelatihan dasar psikososial ini. “Pelatihan ini tentunya sangat bermanfaat karena banyak hal yang dapat dipelajari di sini, bagaimana menjadi relawan hingga psychological first aid, serta pemateri yang menyampaikan materi juga berpengalaman dan komunikatif, membuat kami nyaman saat mengikuti pelatihan”, ujarnya. (zll/fth)