Masa Pandemi, Kontribusi Ini yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Psikologi

Dekan Fakultas Psikologi, M. Salis Yuniardi, Ph.D. mengisi sebuah forum podcast pada hari Rabu, 10 Juni 2020. Podcast bertajuk UMM Talks tersebut disiarkan secara langsung di instagram @ummcampus mulai pukul 13.00. Dimoderatori oleh Duta Bahasa Jawa Timur, Rima Nabila Dian Agustin, beliau memberikan pandangannya tentang apa saja hal-hal berguna yang dapat dilakukan oleh mahasiswa psikologi sebagai bentuk kontribusi di masa pandemi. Podcast tersebut masih bisa disaksikan di instagram @ummcampus. Dalam keterangannya, beliau menjelaskan bahwa kontribusi nyata yang bisa diberikan oleh mahasiswa psikologi ada tiga hal. Pertama, mahasiswa harus menyadari dirinya yang sebenarnya, yang merupakan salah satu agen perubahan. Kedua, sebagai mahasiswa psikologi, mereka harus paham bahwa psikologi bisa bermanfaat di mana pun selama ada manusia. Artinya, ranah kontribusi mahasiswa psikologi tidak terbatas. Poin terakhir, ada sebuah konsep bahwa segala sesuatu berpusat pada pikiran. Covid-19 memang terjadi dan kita harus waspada, tetapi tidak boleh cemas berlebih. Hal ini disebabkan kondisi pikiran berdampak pada imun tubuh. Mahasiswa psikologi harus menerapkan konsep ini pada dirinya sendiri, baru kemudian mengingatkan orang sekitarnya untuk tetap waspada, tapi jangan sampai panik. Penyebaran informasi ini bisa dilakukan dalam berbagai cara, misalnya lewat video animasi, pamflet, webinar, atau media lainnya. Jika sudah menempuh dan mendapatkan keahlian melakukan konseling, mahasiswa psikologi pun boleh menjadi teman bercerita bagi lingkungan sekitarnya. Mereka bisa berkontribusi dalam psikoedukasi dan berperan memberikan pendidikan pada masyarakat, sekaligus menjadikan dirinya sebagai role model. Terlebih, generasi milenial lebih acuh terkait Covid-19 ini. Oleh karena itu, mahasiswa psikologi bisa melakukan pendekatan untuk menumbuhkan kepedulian pada diri mereka. Perubahan gaya hidup menjadi berbasis digital memungkinkan konseling dapat dilakukan secara online. Ini bisa menjadi ladang bagi mahasiswa psikologi untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkontribusi selama Covid-19 berlangsung. Fakultas Psikologi UMM telah bergerak melayani masyarakat lewat berbagai jalur. Jalur internal melalui perantara Bimbingan Konseling (BK) dan Pusat Layanan Psikologi (PLP). Jalur eksternal adalah kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia, Rumah Sakit UMM, dan Muhammadiyah Service Center. Salis juga memberikan tips bagi pejuang long distance relationship (LDR) di tengah pandemi. Baginya, masa LDR adalah kesempatan untuk merasakan rindu lebih dalam sekaligus menguji seberapa sehat hubungan seseorang. Hubungan selalu terkait dengan kepercayaan. Kedua belah pihak hendaknya tidak saling menuntut untuk memberikan kepercayaan, tetapi berusaha untuk dapat dipercaya oleh satu sama lain. “Kepercayaan itu berbicara tentang bagaimana saya bisa dipercaya oleh pasangan saya,” tutupnya. (PR/Fapsi)