Geliat Internasionalisasi, MSU - Malaysia Belajar ke Fakultas Psikologi UMM

Minggu, 15 Maret 2020 05:54 WIB   Administrator

 
Fakultas Psikologi UMM terus menggalakkan upaya internasionalisasi dengan menjalin kerja sama pada beberapa perguruan tinggi luar negeri, salah satunya dari Malaysia yakni Management and Science University (MSU). Geliat internasionalisasi tersebut dapat dilihat dari terselenggarakannya program short courses pada hari Kamis - Sabtu (12-14/3). Berkaitan dengan kegiatan itu, Zainul Anwar selaku Wakil Dekan (Wadek) III Fakultas Psikologi UMM mengatakan, ada enam belas mahasiswa dari MSU - Malaysia yang saat ini sedang belajar tentang asesmen psikologi dari beberapa dosen di fakultas. Lebih lanjut M. Salis Yuniardi, Dekan Fakultas Psikologi UMM mengatakan bahwa Fakultas Psikologi UMM yang mengusung visi sebagai pusat psikologi terapan memang punya keunggulan dalam melakukan asesmen psikologi. Beliau menambahkan "hal itulah yang menjadikan lulusan Fakultas Psikologi UMM mampu memenuhi kebutuhan dan tantangan di dunia kerja pasca mengkhatamkan diri dari fakultas, sehingga hal tersebut menjadi daya tarik bagi MSU - Malaysia untuk belajar disini".
 
  
Selama tiga hari, enam belas mahasiswa MSU - Malaysia tersebut akan mempelajari alat tes WAIS , Kraepelin, Papi Kosticks, dan Projective Test. Dosen yang akan mengajar pun berbeda-beda sesuai dengan kepakaran masing-masing.
 
 
 
Sementara pada kegiatan lainnya, dosen yang mendampingi mahasiswa MSU - Malaysia memberikan kuliah tamu untuk mahasiswa psikologi UMM di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV lantai sembilan. Pemateri kuliah bernama Shabina Rehman. Beliau memberikan materi tentang psikologi pendidikan kepada 90 mahasiswa. Tidak hanya menyampaikan materi, dosen berdarah India ini juga meningkatkan antusiasme peserta dengan sesekali memberikan blind case untuk dipecahkan bersama-sama. Dalam materinya, Shabina menyampaikan bahwa psikologi pendidikan penting diaplikasikan dalam lingkungan belajar. Guru dan tenaga pengajar wajib untuk mengetahui bahwa setiap individu memiliki keberagaman, berupa perbedaan kecerdasan, bakat, minat, dan kepribadian. Oleh karena itu, penting bagi pengajar untuk menerapkan metode yang tepat supaya informasi dapat tersalurkan dengan maksimal.
 
 
Wadek III (Zainul Anwar) menjelaskan bahwa sekitar bulan Juni nanti akan ada pula pertukaran pelajar yang bekerja sama dengan universitas di Taiwan. “Hal ini merupakan kolaborasi dari program internasional yang nantinya kita juga akan hadirkan mahasiswa kita untuk short courses di sana,” jelasnya. (PR/Fapsi)
Shared: